Drama Korea Dali and The Cocky Prince, Pangeran Tampan yang Menawan Si Pemilik Restoran

Tidak ada komentar
Dali and The Cocky Prince
Pic from www.asianwiki.com


Annyeong, Kawan Nuna Rida!

Selain suka menonton drama Korea yang bergenre komedi romantis, saya pun suka menonton drama Korea yang membahas tentang kuliner. Kali ini saya akan membahas drama Korea yang bergenre komedi romantis dan membahas tentang kuliner. Drama Korea yang saya maksud adalah drama Korea yang berjudul Dali and The Cocky Prince.

Judul Drama : Dali and The Cocky Prince

Nama Pemain : Kim Min-Jae Berperan Sebagai Jin Moo-Hak dan Park Gyu-Young Berperan Sebagai Kim Da-Li

Tanggal Tayang : 22 September 2021 – 11 November 2021

Genre : Romance Comedy

Jumlah Episode : 16 Episode

 
Drama Korea yang berjudul Dali and The Cocky Prince ini menceritakan tentang Kim Da-Li, seorang wanita cantik dan cerdas yang merupakan mahasiswi dari Korea Selatan yang belajar sekaligus bekerja di Belanda.

Suatu hari, Kim Da-Li mendapat tugas untuk menjemput Mr. Jin di bandara yang merupakan orang kaya raya kolektor lukisan. Ternyata Kim Da-Li salah menjemput orang tersebut karena Kim Da-Li menjemput Jin Moo-Hak yang merupakan pebisnis makanan dari Korea Selatan.

Berawal dari situlah pertemuan antara Jin Moo-Hak dan Kim Da-Li, Jin Moo-Hak dan Kim Da-Li bertemu lagi saat mereka di Korea Selatan. Kim Da-Li memutuskan untuk pulang ke Korea Selatan karena ayah Kim Da-Li meninggal dunia.

Ternyata galeri seni milik ayahnya Kim Da-Li memiliki hutang dengan Jin Moo-Hak. Jin Moo-Hak pun selalu datang ke galeri seni tersebut. Betapa kagetnya Jin Moo-Hak saat mengetahui Kim Da-Li adalah anak dari pemilik galeri seni tersebut.

Karena hal itulah akhirnya Kim Da-Li dan Jin Moo-Hak sering bertemu dan tumbuh rasa cinta antara mereka berdua. Lalu, apa jadinya jika ayah Jin Moo-Hak tidak setuju dengan hubungan Kim Da-Li dan Jin Moo-Hak? Agar tidak penasaran maka kalian bisa menonton drama Korea yang berjudul Dali and The Cocky Prince dari epsiode awal sampai episode akhir!

Menonton drama Korea yang berjudul Dali and The Cocky Prince ini asik karena banyak adegan lucunya. Saya suka karakter Jin Moo-Hak yang serius di bisnis kuliner sejak usia masih remaja. Jin Moo-Hak ini tipe lelaki idaman semua wanita karena selain menjadi pebisnis makanan, Jin Moo-Hak juga pandai memasak makanan enak. Saya suka gaya berbusana Kim Da-Li yang unik dan menarik. Saya pun juga suka gaya berbusana Jin Moo-Hak yang selalu memakai kemeja + jas dan celana kain.

Drama Korea yang berjudul Dali and The Cocky Prince ini banyak membahas seputar makanan dan bisnis kuliner jadi untuk yang suka menonton drama Korea yang membahas tentang dunia memasak dan dunia kuliner maka bisa menonton drama Korea yang berjudul Dali and The Cocky Prince ini.

Selain itu, Drama Korea Dali and The Cocky Prince ini juga membahas tentang karya seni terutama seni lukis dan galeri seni. Jadi, banyak hal yang bisa ketahui tentang bisnis kuliner dan bisnis galeri seni setelah menonton drama Korea yang berjudul Dali and The Cocky Prince ini.

Pesan baik yang saya dapatkan setelah menonton drama Korea yang berjudul Dali and The Cocky Prince yaitu kita harus tepat waktu saat makan dan makan makanan sehat dan bergizi sebanyak tiga kali sehari agar tubuh kita sehat dan kuat. Pesan baik selanjutnya adalah kita harus tetap bekerja dan berusaha agar kita tetap bisa menghasilkan uang untuk membiayai hidup kita sendiri dan membiayai hidup orang-orang di sekitar kita.

Dali dan Pangeran Sombong. Seperti judul dongeng kan ya? Baru-baru ini saya menonton drama Korea yang berjudul Dali and The Cocky Prince. Drama Korea yang berjudul Dali and The Cocky Prince ini menceritakan tentang Kim Da-Li, perempuan cantik yang menyukai dunia seni terutama lukisan. Kim Da-Li sangat suka bekerja hingga lupa makan. Selain itu, Kim Da-Li sangat suka permen walaupun Kim Da-Li sering lupa makan. Kim Da-Li ini bekerja di salah satu galeri seni yang berada di Belanda. Atasan Kim Da-Li sangat menyayangi Kim Da-Li dan selalu perhatian dengan Kim Da-Li.

Kim Da-Li ini memiliki rambut pendek yang berwarna hitam. Ciri khas dari rambut Kim Da-Li yaitu poni bergelombang. Setelah melihat Kim Da-Li yang memiliki rambut pendek berwarna hitam maka saya pun ingin segera memotong rambut saya menjadi rambut yang pendek.

Suatu hari, Kim Da-Li mendapatkan tugas untuk menjemput tamu penting di bandara Amsterdam. Dan ternyata Kim Da-Li menjemput orang yang salah. Kim Da-Li menjemput lelaki tampan yang bernama Jin Moo-Hak. Padahal seharusnya Kim Da-Li menjemput Jin Hitonari. Dari situlah pertemuan antara Kim Da-Li dan Ji Moo-Hak untuk pertama kali.

Awalnya Kim Da-Li mengantarkan Jin Moo-Hak ke hotel untuk menginap. Akan tetapi kartu hitam milik Jin Moo-Hak tidak dapat digunakan untuk pembayaran menginap di hotel tersebut. Dan pada akhirnya Jin Moo-Hak menginap di rumah Kim Da-Li.

Dan kemudian Kim Da-Li dan Jin Moo-Hak bertemu lagi di Korea Selatan. Mereka sama kagetnya ketika mereka bertemu lagi. Karena Kim Da-Li bertemu lagi dengan Jin Moo-Hak dalam suasana yang menyedihkan.

Kim Da-Li kembali ke Korea Selatan karena ayahnya Kim Da-Li meninggal dunia sehingga akhirnya Kim Da-Li yang mengurus galeri seni milik ayahnya Kim Da-Li. Akan tetapi galeri seni milik ayahnya Kim Da-Li mengalami banyak masalah dan terancam bangkrut.

Jin Moo-Hak dan para pengawalnya masuk ke galeri seni milik ayahnya Kim Da-Li karena Jin Moo-Hak ingin menagih hutang. Betapa kagetnya Jin Moo-Hak ketika Jin Moo-Hak bertemu Kim Da-Li lagi dan ternyata galeri seni tersebut milik ayahnya Kim Da-Li.

Jin Moo-Hak menagih hutang ke galeri seni tersebut karena galeri tersebut memiliki hutang yang banyak terutama hutang uang dengan Jin Moo-Hak. Jadi, kini hubungan Kim Da-Li dan Jin Moo-Hak bukan lagi hubungan teman yang baik seperti saat mereka di Belanda. Dan berikut ini adalah tiga hal yang saya suka dari drama Korea yang berjudul Dali and The Cocky Prince yaitu,

Saya bahagia sekali saat menonton drama Korea Dali and The Cocky Prince. Karena drama Korea yang berjudul Dali and The Cocky Prince in bergenre komedi romantis. Tokoh utama drama Korea Dali and The Cocky Prince yaitu Jin Moo-Hak dengan karakter yang unik dan lucu. Jin Moo-Hak adalah anak dari pemilik perusahaan Dondon F & B. Jin Moo-Hak ini tidak tahu arti peribahasa dan ungkapan. Akan tetapi Jin Moo-Hak pandai dalam menghasilkan uang.

Drama Korea yang berjudul Dali and The Cocky Prince ini memiliki banyak pesan untuk para penonton yaitu ayahnya Kim Da-Li yang selalu memberikan bantuan untuk anak-anak di panti asuhan. Jadi, Kim Da-Li pun tumbuh menjadi seseorang yang senang memberikan bantuan untuk orang lain yang membutuhkan bantuan dan pertolongan.
  
 
Belajar Karya Seni Rupa Terapan Bareng Nuna Rida, Begini Penjelasannya!
 
 
Sejak masa SD-SMK maka saya tidak begitu suka mata pelajaran matematika. Saya lebih suka mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Selain itu, saya juga suka mata pelajaran seni budaya walaupun saat mengerjakan tugas menggambar atau membuat suatu karya seni maka karya saya selalu saja biasa saja.

Saya tidak mahir menggambar tapi saya suka mewarnai gambar. Kalau harus memilih menggambar atau mewarnai maka saya lebih suka mewarnai. Karena bagi saya mewarnai itu bukan hanya menggoreskan warna saja akan tetapi warna tersebut bisa menjadikan semangat bagi yang mewarnai.

Sejak kelas 7 SMP, maka saya mulai semakin suka mata pelajaran seni budaya. Saat SMP itulah maka seringkali saya menggambar pemandangan, peringatan HUT RI, pasar, dan gambar-gambar yang lainnya. Pernah juga saat kelas 7 SMP maka membuat gitar ala-ala dari kayu dan senar yang dirakit sendiri. Tak hanya itu saja, saat kelas 7 SMP pun maka saya mendapatkan tugas untuk membuat bingkai foto dari kayu dan kardus.

Saat kelas 8 maka saya harus mengerjakan tugas membuat batik cap dan batik tulis yang kemudian batik tersebut digunakan menjadi taplak meja. Lalu, apakah kalian punya taplak meja dengan motif batik yang menarik?

Sedangkan saat kelas 9 SMP maka saya harus mengerjakan tugas membuat kerajinan tangan dari bahan yang ada di alam ini misalnya daun, biji-bijian, dan kayu. Dan pada akhirnya saya membuat tempat pensil dari batang pisang yang sudah dikeringkan.

Selain itu, saat ujian praktik sekolah SMP mata pelajaran seni budaya maka setiap siswa harus menggambar dan mewarnai di atas kanvas. Kanvasnya gratis dari pihak sekolah sedangkan cat air dan kuasnya maka para siswa beli secara mandiri atau beli sendiri.

Lain halnya saat saya mengikuti ujian praktik mata pelajaran seni budaya saat kelas 12 SMK. Waktu itu saya harus mengerjakan ujian praktik yaitu membuat sketsa wajah dengan kertas putih dan pensil saja. Dan hasilnya bukan sketsa wajah manusia yang saya gambar. Dan sepertinya saya mengambar wajah hantu karena terlihat seram.

Membahas seni budaya salah satu mata pelajaran favorit saya maka membuat saya teringat dengan beberapa hal seputar karya seni yaitu seni rupa murni dan seni rupa terapan. Lalu, apa itu seni rupa terapan? Dan apa itu seni rupa murni?

Seni rupa murni merupakan seni rupa yang khusus untuk dilihat keindahannya saja seperti contohnya lukisan. Lalu, apakah kalian suka melukis? Jika kalian suka melukis lalu gambar apa nih yang biasanya kalian lukis?

Pengertian Karya Seni Rupa Terapan

Dalam ingatan saya, saat saya kelas 9 SMP waktu itu maka seni rupa terapan ada di mata pelajaran seni budaya semester satu dan seni rupa terapan adalah seni rupa yang memiliki keindahan sekaligus memiliki kegunaan. Jadi, selain bisa melihat keindahannya tersebut maka karya seni rupa terapan memiliki kegunaan dalam kegiatan sehari-hari.

Contoh Karya Seni Rupa Terapan

Lalu, apa nih contoh seni rupa terapan? Ada banyak sekali seni rupa terapan yang ada di sekitar kita. Contohnya keranjang buah dari bambu dan rotan, tempat nasi yang terbuat dari bambu, taplak meja motif batik, kursi dari rotan, piring dari kayu, topi dari rotan, tas dari rotan, dan masih banyak lagi contoh seni rupa terapan yang ada di sekitar kita.

Kenapa keranjang buah yang terbuat dari bambu dan rotan termasuk seni rupa terapan? Karena selain bisa dilihat segi keindahannya maka keranjang buah yang terbuat dari bambu dan rotan memiliki fungsi untuk meletakkan buah agar buah lebih tertata rapi. Keranjang buah yang terbuat dari bambu dan rotan biasanya sering digunakan dalam acara lamaran yang membawa parsel buah dengan bentuk keranjang buah yang menarik.

Belajar Membuat Karya Seni Rupa Terapan

Ingin mencintai lingkungan dengan memanfaatkan barang yang sudah tidak dipakai lagi? Caranya adalah siapkan terlebih dahulu kardus wadah tisu yang sudah tidak terpakai, lem kayu, dan daun yang sudah kering. Daun yang digunakan misalnya daun jambu, daun nangka, atau daun jati.

Pertama maka bersihkan dahulu kardus tisu tersebut, oleskan lem pada semua bagian kardus dan kemudian tempelkan daun kering di atas lem. Tunggu sampai kering dan jika sudah kering maka wadah tisu dengan motif daun kering sudah bisa digunakan.

Itulah sedikit hal yang dapat saya sampaikan seputar seni rupa murni dan seni rupa terapan. Lalu, apakah kalian pernah membuat karya seni rupa murni dan karya seni rupa terapan? Dan apa nih karya seni favorit kalian?
 
Dan di postingan ini saya akan membahas tentang drama Korea yang dibintangi oleh Kim Min-Jae yaitu sebagai berikut,
 
 
Drama Korea Poong The Joseon Psychiatrist, Tabib Handal di Era Kerajaan
 
 
Kalian suka nggak sih nonton drama Korea yang dibintangi oleh Kim Min-Jae sebagai tokoh utama? Kalau saya sih tentu saja saya suka nonton drama Korea yang dibintangi oleh Kim Min-Jae sebagai tokoh utama. Jika di drama Korea Flower Crew: Joseon Marriage Agency Kim Min-Jae berperan sebagai mak comblang era Joseon maka di drama Korea Poong, The Joseon Psychiatrist Kim Min-Jae berperan sebagai tabib (dokter) di era Joseon. Dan kali ini saya akan membahas tentang drama Korea yang berjudul Poong, The Joseon Psychiatrist.

Judul Drama : Poong, The Joseon Psychiatrist

Nama Pemain : Kim Min-Jae Berperan Sebagai Yoo Se-Poong dan Kim Hyang-Gi Berperan Sebagai Seo Eun-Woo

Jumlah Episode : 12 Episode

Tanggal Tayang : 1 Agustus 2022 – 6 September 2022

Tempat Tayang : tvN

Drama Korea yang berjudul Poong, The Joseon Psychiatrist ini menceritakan tentang seorang tabib yang tampan dan sangat percaya diri. Tabib tersebut adalah seorang lelaki yang bernama Yoo Se-Poong. Tabib Yoo Se-Poong bekerja di kerajaan dan seringkali saat dayang istana, putra mahkota, dan raja terkena suatu penyakit maka Tabib Yoo Se-Poong yang mengobati. Akan tetapi tabib Yoo Se-Poong ini selalu saja percaya diri dan bahkan menyombongkan diri karena segala macam penyakit bisa sembuh jika berobat ke tabib Yoo Se-Poong.

Pada suatu hari, Raja mengalami sakit parah dan Yoo Se-Pong mengobati Raja dengan cara menyuntikkan jarum akupuntur ke wajah raja. Akan tetapi setelah itu banyak sekali darah yang keluar dari wajah Raja. Semua orang panik dan saat itu juga Raja meninggal dunia karena tabib Yoo Se-Poong yang salah dalam melakukan pengobatan.

Dan pada akhirnya Yoo Se-Poong dipecat dari pekerjaannya menjadi tabib yang bertugas di kerajaan. Yoo Se-Poong pun banyak merenung dan hampir bunuh diri untuk terjun ke jurang. Akan tetapi tiba-tiba saja ada seorang perempuan cantik bernama Seo Eun-Woo yang memberikan semangat kepada Yoo Se-Poong agar Yoo Se-Poong tetap hidup dan memberi banyak manfaat untuk orang lain.

Kemudian Yoo Se-Poong pun melanjutkan perjalanan dan Yoo Se-Poong bertemu dengan seorang laki-laki sudah tua dan menjadi tabib. Awalnya sih Yoo Se-Poong dan tabib tersebut sering bertengkar pada akhirnya mereka akur karena Yoo Se-Poong mau bekerja di klinik milik tabib tersebut.

Banyak sekali orang sakit yang berobat ke klinik tersebut. Dan Yoo Se-Poong pun mengatur agar orang yang sakit bisa segera terobati tanpa antrian yang panjang yaitu dengan mengelompokkan orang yang sakit sesuai dengan jenis penyakitnya.

Dan tanpa disangka dan diduga. Ada seorang pasien yang ternyata pasien tersebut ada Seo Eun-Woo yang pernah bertemu dengan Yoo Se-Poong. Seo Eun-Woo terus saja ingin bunuh diri karena suaminya meninggal dunia dan ibu mertuanya yang kejam. Dan ternyata yang memberikan minuman yang beracun adalah ibu mertua Seo Eun-Woo. Duh, sedih ya kenapa masih saja ada ibu mertua yang sangat membenci anak menantunya. Semoga suatu hari nanti saya punya ibu mertua yang baik dan saya bisa bersikap baik kepada ibu mertua saya. Jadi, seimbang gitu kan ya.

Menonton drama Korea yang berjudul Poong, The Joseon Psychiatrist ini asik juga sih karena saya sebagai penonton diajak untuk tahu bagaimana tabib yang ada di era Joseon. Karena drama Korea ini membahas tentang tabib jadi banyak hal seputar dunia kesehatan ada di drama Korea yang berjudul Poong, The Joseon Psychiatrist ini. Jadi, apakah kalian tertarik untuk menonton drama Korea yang berjudul Poong, The Joseon Psychiatrist ini?
 



Drama Korea Do You Like Brahms? Park Eun-Bin dan Kim Min-Jae Jadi Tokoh Utama
 
 
Kalian suka nggak sih nonton drama Korea tentang alat musik? Kali ini saya akan membahas tentang drama Korea seputar alat musik. Drama Korea tersebut adalah drama Korea berjudul Do You Like Brahms? yang dibintangi oleh Park Eun-Bin dan Kim Min-Jae sebagai tokoh utama.

Judul Drama : Do You Like Brahms?

Nama Pemain : Park Eun Bin Berperan Sebagai Chae Song-Ah dan Kim Min Jae Berperan Sebagai Park Joon-Young

Jumlah Episode : 16 Episode

Tanggal Tayang : 31 Agustus 2020 – 20 Oktober 2020

Genre : Romance

Drama Korea Do You Like Brahms? ini menceritakan tentang seorang perempuan cantik berusia 29 tahun yang menjadi mahasiswi akhir jurusan musik di salah satu kampus ternama. Perempuan cantik tersebut bernama Chae Song-Ah.

Chae Song-Ah ini suka bermain biola dan karena itulah Chae Song-Ah mengambil kuliah jurusan musik. Akan tetapi ibu dan kakak Chae Song-Ah tidak begitu suka Chae Song-Ah kuliah jurusan musik sedangkan ayahnya Chae Song-Ah setuju kalau Chae Song-Ah kuliah jurusan musik.

Akan tetapi walaupun mengambil kuliah jurusan musik ternyata tidak membuat Chae Song-Ah bisa bermain biola dengan baik karena Chae Song-Ah ditolak saat akan debut di suatu konser besar. Hal tersebut membuat Chae Song-Ah merasa sedih dan kecewa.

Karena konser besar tersebut maka Chae Song-Ah bisa mengenal seorang pemain piano terkenal bernama Park Joon-Young. Tidak hanya bisa bermain piano dengan handal dan lincah, ternyata Park Joon-Young ini juga merupakan seorang lelaki yang tampan.

Saat masih duduk di bangku sekolah menengah pertama, Park Joon-Young ini sudah lincah dalam bermain piano. Park Joon-Young pun mendapat beasiswa dari sebuah yayasan. Dan cucu dari pemilik yayasan tersebut merupakan teman sekolah Park Joon-Young.

Park Joon-Young sayang dan cinta dengan cucu pemilik yayasan. Akan tetapi cucu pemilik yayasan lebih mencintai dan menyayangi sahabat dekat Park Joon-Young. Ya, semacam cinta segitiga gitu lah ya. Setelah mengikuti berbagai macam kompetisi dan menang dalam kompetisi tersebut maka membuat Park Joon-Young semakin terkenal dan mendapatkan banyak penghargaan sekaligus banyak mendapatkan uang. Uang hasil kerja keras Park Joon-Young digunakan untuk membantu ibunya yang memiliki banyak masalah keuangan.

Singkat cerita, akhirnya Chae Song-Ah magang di yayasan musik milik orang kaya raya dan disitulah Chae Song-Ah semakin dekat dengan Park Joon-Young. Lalu, apakah Chae Song-Ah dan Park Joon-Young akan saling jatuh cinta karena setiap harinya mereka bertemu dan Chae Song-Ah yang sering melancarkan dan membantu konser Park Joon-Young? Agar kalian tidak pensaran maka kalian bisa menonton drama Korea yang berjudul Do You Like Brahms? ini!

Menonton drama Korea yang berjudul Do You Like Brahms? ini asik juga sih menurut saya. Beberapa kali saya melihat cuplikan Do You Like Brahms? ini di TikTok dan akhirnya saya memutuskan untuk menonton drama Korea yang berjudul Do You Like Brahms? ini.

Yang menarik dari drama Korea Do You Like Brahms? ini karena membahas tentang dunia musik dan alat musik yaitu piano dan biola. Lalu, apakah kalian suka bermain piano atau biola? Menurut saya nih ya kok kayaknya lebih mudah bermain piano daripada biola. Kalau menurut kalian gimana nih?

Hal yang kurang saya suka dari drama Korea yang berjudul Do You Like Brahms? ini yaitu alur ceritanya yang menurut saya agak lambat. Untuk kalian yang suka menonton drama Korea dengan tokoh utama Park Eun-Bin dan Kim Min-Jae maka kalian bisa menonton drama Korea yang berjudul Do You Like Brahms?
 



Drama Korea Second Time Twenty Years Old, Choi Ji-Woo dan Lee Sang-Yoon Jadi Tokoh Utama


Apakah kalian pernah menonton drama Korea yang membahas tentang mantan? Kali ini saya akan membahas tentang drama Korea dengan jalan cerita bertemu mantan lagi setelah sekian tahun lamanya. Drama Korea tersebut adalah drama Korea yang berjudul Second Time Twenty Years Old.

Judul Drama : Second Time Twenty Years Old

Nama Pemain : Choi Ji-Woo Berperan Sebagai Ha No-Ra dan Lee Sang-Yoon Berperan Sebagai Cha Hyun-Suk

Tempat Tayang : tvN

Tanggal Tayang : 28 Agustus 2015 – 17 Oktober 2015

Jumlah Episode : 16 Episode

Drama Korea yang berjudul Second Time Twenty Years Old ini menceritakan tentang seorang wanita yang bernama Ha No-Ra. Ha No-Ra ini sudah menikah dan Ha No-Ra sudah punya seorang anak laki-laki yang tampan rupawan. Ha No-Ra ini ingin pura-pura bercerai dengan suaminya akan tetapi Ha No-Ra masih satu rumah dengan suaminya. Ha No-Ra juga masih satu kamar dengan suaminya akan tetapi cuma beda ranjang saja.

Anaknya Ha No-Ra ini sudah kuliah dan ternyata dulunya Ha No-Ra tidak kuliah. Ya, ternyata Ha No-Ra ke Jerman bersama dengan pacarnya untuk menikah setelah Ha No-Ra lulus SMA. Cha Hyun-Suk yang sudah lama naksir dengan Ha No-Ra merasa sedih karena mendengar kabar tersebut.

Saat masih SMA, Ha No-Ra ini masuk ke SMA kesenian sehingga Ha No-Ra sering belajar menari dan ngedance. Ha No-Ra juga bertemu dengan seorang siswa laki-laki yang bernama Cha Hyun-Suk di sekolah kesenian tersebut. Maka dari itulah Cha Hyun-Suk mulai mengenal Ha No-Ra dan naksir dengan Ha No-Ra.

Neneknya Ha No-Ra itu sangat sayang dengan Ha No-Ra. Ha No-Ra ternyata pernah bekerja di kandang sapi demi bisa dapat uang untuk bisa masuk ke SMA jurusan kesenian. Neneknya Ha No-Ra akhirnya pindah rumah dan berjualan di dekat sekolah SMA jurusan kesenian tersebut. Ya, neneknya Ha No-Ra berjualan Toppokki dan laris manis dibeli oleh para siswa siswi SMA jurusan kesenian tersebut.

Karena tidak kuliah maka timbul keinginan Ha No-Ra untuk kuliah. Akhirnya Ha No-Ra mendaftar di kampus jurusan sastra. Betapa kagetnya Ha No-Ra saat tahu kalau dosen di kampus tersebut adalah Cha Hyun-Suk.

Ya, beda dulu beda sekarang. Kini Cha Hyun-Suk sudah sukses menjadi seorang dosen sekaligus seorang produser. Cha Hyun-Suk ini malah bersikap angkuh dan menyombongkan diri di hadapan Ha No-Ra. Teman sekelas Ha No-Ra di kampus tersebut tidak begitu nyaman punya teman Ha No-Ra karena Ha No-Ra sudah ibu-ibu. Selain itu karena teman sekelas Ha No-Ra rata-rata adalah anak muda yang usianya sama dengan anaknya Ha No-Ra.

Menonton drama Korea yang berjudul Second Time Twenty Years Old ini asik sih karena membahas tentang bertemu dengan mantan lagi setelah sekian lama. Rasanya gimana sih bertemu dengan orang yang kita sayangi setelah lama tidak berjumpa?

Pesan baik yang saya dapatkan setelah menonton drama Korea yang berjudul Second Time Twenty Years Old ini yaitu tetap semangat menuntut ilmu walaupun sudah berstatus ibu-ibu karena selama kita ada kemauan untuk belajar maka akan ada kemudahan yang kita dapatkan! Semangat!

Itulah sedikit hal yang dapat saya sampaikan tentang drama Korea yang berjudul Second Time Twenty Years Old. Untuk kalian yang suka nonton drama Korea dengan tokoh utama Choi Ji-Woo dan Lee Sang-Yoon maka kalian bisa menonton drama Korea yang berjudul Second Time Twenty Years Old ini!
 


 

Tidak ada komentar

Terima Kasih Sudah Berkunjung ke Blog Nuna Rida dan Memberikan Komentar 🥰