![]() |
| Pic from www.asianwiki.com |
Annyeong, Kawan Nuna Rida!
Selain suka menonton drama Korea yang bergenre komedi romantis, saya pun suka menonton drama Korea yang membahas tentang kuliner. Kali ini saya akan membahas drama Korea yang bergenre komedi romantis dan membahas tentang kuliner. Drama Korea yang saya maksud adalah drama Korea yang berjudul Dali and The Cocky Prince.
Judul Drama : Dali and The Cocky PrinceNama Pemain : Kim Min-Jae Berperan Sebagai Jin Moo-Hak dan Park Gyu-Young Berperan Sebagai Kim Da-LiTanggal Tayang : 22 September 2021 – 11 November 2021Genre : Romance ComedyJumlah Episode : 16 Episode
Drama Korea yang berjudul Dali and The Cocky Prince ini menceritakan tentang Kim Da-Li, seorang wanita cantik dan cerdas yang merupakan mahasiswi dari Korea Selatan yang belajar sekaligus bekerja di Belanda.
Suatu hari, Kim Da-Li mendapat tugas untuk menjemput Mr. Jin di bandara yang merupakan orang kaya raya kolektor lukisan. Ternyata Kim Da-Li salah menjemput orang tersebut karena Kim Da-Li menjemput Jin Moo-Hak yang merupakan pebisnis makanan dari Korea Selatan.
Berawal dari situlah pertemuan antara Jin Moo-Hak dan Kim Da-Li, Jin Moo-Hak dan Kim Da-Li bertemu lagi saat mereka di Korea Selatan. Kim Da-Li memutuskan untuk pulang ke Korea Selatan karena ayah Kim Da-Li meninggal dunia.
Ternyata galeri seni milik ayahnya Kim Da-Li memiliki hutang dengan Jin Moo-Hak. Jin Moo-Hak pun selalu datang ke galeri seni tersebut. Betapa kagetnya Jin Moo-Hak saat mengetahui Kim Da-Li adalah anak dari pemilik galeri seni tersebut.
Karena hal itulah akhirnya Kim Da-Li dan Jin Moo-Hak sering bertemu dan tumbuh rasa cinta antara mereka berdua. Lalu, apa jadinya jika ayah Jin Moo-Hak tidak setuju dengan hubungan Kim Da-Li dan Jin Moo-Hak? Agar tidak penasaran maka kalian bisa menonton drama Korea yang berjudul Dali and The Cocky Prince dari epsiode awal sampai episode akhir!
Menonton drama Korea yang berjudul Dali and The Cocky Prince ini asik karena banyak adegan lucunya. Saya suka karakter Jin Moo-Hak yang serius di bisnis kuliner sejak usia masih remaja. Jin Moo-Hak ini tipe lelaki idaman semua wanita karena selain menjadi pebisnis makanan, Jin Moo-Hak juga pandai memasak makanan enak. Saya suka gaya berbusana Kim Da-Li yang unik dan menarik. Saya pun juga suka gaya berbusana Jin Moo-Hak yang selalu memakai kemeja + jas dan celana kain.
Drama Korea yang berjudul Dali and The Cocky Prince ini banyak membahas seputar makanan dan bisnis kuliner jadi untuk yang suka menonton drama Korea yang membahas tentang dunia memasak dan dunia kuliner maka bisa menonton drama Korea yang berjudul Dali and The Cocky Prince ini.
Selain itu, Drama Korea Dali and The Cocky Prince ini juga membahas tentang karya seni terutama seni lukis dan galeri seni. Jadi, banyak hal yang bisa ketahui tentang bisnis kuliner dan bisnis galeri seni setelah menonton drama Korea yang berjudul Dali and The Cocky Prince ini.
Pesan baik yang saya dapatkan setelah menonton drama Korea yang berjudul Dali and The Cocky Prince yaitu kita harus tepat waktu saat makan dan makan makanan sehat dan bergizi sebanyak tiga kali sehari agar tubuh kita sehat dan kuat. Pesan baik selanjutnya adalah kita harus tetap bekerja dan berusaha agar kita tetap bisa menghasilkan uang untuk membiayai hidup kita sendiri dan membiayai hidup orang-orang di sekitar kita.
Dali
dan Pangeran Sombong. Seperti judul dongeng kan ya? Baru-baru ini saya
menonton drama Korea yang berjudul Dali and The Cocky Prince. Drama
Korea yang berjudul Dali and The Cocky Prince ini menceritakan tentang
Kim Da-Li, perempuan cantik yang menyukai dunia seni terutama lukisan.
Kim Da-Li sangat suka bekerja hingga lupa makan. Selain itu, Kim Da-Li
sangat suka permen walaupun Kim Da-Li sering lupa makan. Kim Da-Li ini
bekerja di salah satu galeri seni yang berada di Belanda. Atasan Kim
Da-Li sangat menyayangi Kim Da-Li dan selalu perhatian dengan Kim Da-Li.
Kim
Da-Li ini memiliki rambut pendek yang berwarna hitam. Ciri khas dari
rambut Kim Da-Li yaitu poni bergelombang. Setelah melihat Kim Da-Li yang
memiliki rambut pendek berwarna hitam maka saya pun ingin segera
memotong rambut saya menjadi rambut yang pendek.
Suatu
hari, Kim Da-Li mendapatkan tugas untuk menjemput tamu penting di
bandara Amsterdam. Dan ternyata Kim Da-Li menjemput orang yang salah.
Kim Da-Li menjemput lelaki tampan yang bernama Jin Moo-Hak. Padahal
seharusnya Kim Da-Li menjemput Jin Hitonari. Dari situlah pertemuan
antara Kim Da-Li dan Ji Moo-Hak untuk pertama kali.
Awalnya
Kim Da-Li mengantarkan Jin Moo-Hak ke hotel untuk menginap. Akan tetapi
kartu hitam milik Jin Moo-Hak tidak dapat digunakan untuk pembayaran
menginap di hotel tersebut. Dan pada akhirnya Jin Moo-Hak menginap di
rumah Kim Da-Li.
Dan
kemudian Kim Da-Li dan Jin Moo-Hak bertemu lagi di Korea Selatan.
Mereka sama kagetnya ketika mereka bertemu lagi. Karena Kim Da-Li
bertemu lagi dengan Jin Moo-Hak dalam suasana yang menyedihkan.
Kim
Da-Li kembali ke Korea Selatan karena ayahnya Kim Da-Li meninggal dunia
sehingga akhirnya Kim Da-Li yang mengurus galeri seni milik ayahnya Kim
Da-Li. Akan tetapi galeri seni milik ayahnya Kim Da-Li mengalami banyak
masalah dan terancam bangkrut.
Jin
Moo-Hak dan para pengawalnya masuk ke galeri seni milik ayahnya Kim
Da-Li karena Jin Moo-Hak ingin menagih hutang. Betapa kagetnya Jin
Moo-Hak ketika Jin Moo-Hak bertemu Kim Da-Li lagi dan ternyata galeri
seni tersebut milik ayahnya Kim Da-Li.
Jin
Moo-Hak menagih hutang ke galeri seni tersebut karena galeri tersebut
memiliki hutang yang banyak terutama hutang uang dengan Jin Moo-Hak.
Jadi, kini hubungan Kim Da-Li dan Jin Moo-Hak bukan lagi hubungan teman
yang baik seperti saat mereka di Belanda. Dan berikut ini adalah tiga
hal yang saya suka dari drama Korea yang berjudul Dali and The Cocky
Prince yaitu,
Saya
bahagia sekali saat menonton drama Korea Dali and The Cocky Prince.
Karena drama Korea yang berjudul Dali and The Cocky Prince in bergenre
komedi romantis. Tokoh utama drama Korea Dali and The Cocky Prince yaitu
Jin Moo-Hak dengan karakter yang unik dan lucu. Jin Moo-Hak adalah anak
dari pemilik perusahaan Dondon F & B. Jin Moo-Hak ini tidak tahu
arti peribahasa dan ungkapan. Akan tetapi Jin Moo-Hak pandai dalam
menghasilkan uang.
Drama
Korea yang berjudul Dali and The Cocky Prince ini memiliki banyak pesan
untuk para penonton yaitu ayahnya Kim Da-Li yang selalu memberikan
bantuan untuk anak-anak di panti asuhan. Jadi, Kim Da-Li pun tumbuh
menjadi seseorang yang senang memberikan bantuan untuk orang lain yang
membutuhkan bantuan dan pertolongan.
Belajar Karya Seni Rupa Terapan Bareng Nuna Rida, Begini Penjelasannya!
Sejak
masa SD-SMK maka saya tidak begitu suka mata pelajaran matematika. Saya
lebih suka mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Selain
itu, saya juga suka mata pelajaran seni budaya walaupun saat mengerjakan
tugas menggambar atau membuat suatu karya seni maka karya saya selalu
saja biasa saja.
Saya
tidak mahir menggambar tapi saya suka mewarnai gambar. Kalau harus
memilih menggambar atau mewarnai maka saya lebih suka mewarnai. Karena
bagi saya mewarnai itu bukan hanya menggoreskan warna saja akan tetapi
warna tersebut bisa menjadikan semangat bagi yang mewarnai.
Sejak
kelas 7 SMP, maka saya mulai semakin suka mata pelajaran seni budaya.
Saat SMP itulah maka seringkali saya menggambar pemandangan, peringatan
HUT RI, pasar, dan gambar-gambar yang lainnya. Pernah juga saat kelas 7
SMP maka membuat gitar ala-ala dari kayu dan senar yang dirakit sendiri.
Tak hanya itu saja, saat kelas 7 SMP pun maka saya mendapatkan tugas
untuk membuat bingkai foto dari kayu dan kardus.
Saat
kelas 8 maka saya harus mengerjakan tugas membuat batik cap dan batik
tulis yang kemudian batik tersebut digunakan menjadi taplak meja. Lalu,
apakah kalian punya taplak meja dengan motif batik yang menarik?
Sedangkan
saat kelas 9 SMP maka saya harus mengerjakan tugas membuat kerajinan
tangan dari bahan yang ada di alam ini misalnya daun, biji-bijian, dan
kayu. Dan pada akhirnya saya membuat tempat pensil dari batang pisang
yang sudah dikeringkan.
Selain
itu, saat ujian praktik sekolah SMP mata pelajaran seni budaya maka
setiap siswa harus menggambar dan mewarnai di atas kanvas. Kanvasnya
gratis dari pihak sekolah sedangkan cat air dan kuasnya maka para siswa
beli secara mandiri atau beli sendiri.
Lain
halnya saat saya mengikuti ujian praktik mata pelajaran seni budaya
saat kelas 12 SMK. Waktu itu saya harus mengerjakan ujian praktik yaitu
membuat sketsa wajah dengan kertas putih dan pensil saja. Dan hasilnya
bukan sketsa wajah manusia yang saya gambar. Dan sepertinya saya
mengambar wajah hantu karena terlihat seram.
Membahas
seni budaya salah satu mata pelajaran favorit saya maka membuat saya
teringat dengan beberapa hal seputar karya seni yaitu seni rupa murni
dan seni rupa terapan. Lalu, apa itu seni rupa terapan? Dan apa itu seni
rupa murni?
Seni
rupa murni merupakan seni rupa yang khusus untuk dilihat keindahannya
saja seperti contohnya lukisan. Lalu, apakah kalian suka melukis? Jika
kalian suka melukis lalu gambar apa nih yang biasanya kalian lukis?
Pengertian Karya Seni Rupa Terapan
Dalam ingatan saya, saat saya kelas 9 SMP waktu itu maka seni rupa terapan ada di mata pelajaran seni budaya semester satu dan seni rupa terapan adalah seni
rupa yang memiliki keindahan sekaligus memiliki kegunaan. Jadi, selain
bisa melihat keindahannya tersebut maka karya seni rupa terapan memiliki
kegunaan dalam kegiatan sehari-hari.
Contoh Karya Seni Rupa Terapan
Lalu,
apa nih contoh seni rupa terapan? Ada banyak sekali seni rupa terapan
yang ada di sekitar kita. Contohnya keranjang buah dari bambu dan rotan,
tempat nasi yang terbuat dari bambu, taplak meja motif batik, kursi
dari rotan, piring dari kayu, topi dari rotan, tas dari rotan, dan masih
banyak lagi contoh seni rupa terapan yang ada di sekitar kita.
Kenapa
keranjang buah yang terbuat dari bambu dan rotan termasuk seni rupa
terapan? Karena selain bisa dilihat segi keindahannya maka keranjang
buah yang terbuat dari bambu dan rotan memiliki fungsi untuk meletakkan
buah agar buah lebih tertata rapi. Keranjang buah yang terbuat dari
bambu dan rotan biasanya sering digunakan dalam acara lamaran yang
membawa parsel buah dengan bentuk keranjang buah yang menarik.
Belajar Membuat Karya Seni Rupa Terapan
Ingin
mencintai lingkungan dengan memanfaatkan barang yang sudah tidak
dipakai lagi? Caranya adalah siapkan terlebih dahulu kardus wadah tisu
yang sudah tidak terpakai, lem kayu, dan daun yang sudah kering. Daun
yang digunakan misalnya daun jambu, daun nangka, atau daun jati.
Pertama
maka bersihkan dahulu kardus tisu tersebut, oleskan lem pada semua
bagian kardus dan kemudian tempelkan daun kering di atas lem. Tunggu
sampai kering dan jika sudah kering maka wadah tisu dengan motif daun
kering sudah bisa digunakan.
Itulah
sedikit hal yang dapat saya sampaikan seputar seni rupa murni dan seni
rupa terapan. Lalu, apakah kalian pernah membuat karya seni rupa murni
dan karya seni rupa terapan? Dan apa nih karya seni favorit kalian?


Tidak ada komentar
Terima Kasih Sudah Berkunjung ke Blog Nuna Rida dan Memberikan Komentar 🥰