![]() |
Dokpri. Nuna Rida |
"Aku udah puluhan kali ke Dieng tapi nggak pernah bosen"
"Aku udah pernah ke Dieng sejak aku masih SD"
"Aku sering ke Dieng karena aku punya bisnis yang harus dijalankan di sana"
"Aku udah pernah ke Dieng bersama keluargaku dan teman-temanku"
"Aku udah pernah ke Dieng ke bersama pacarku"
Itulah kalimat yang sering saya dengar ketika orang-orang terdekat saya sudah pernah bahkan sering ke Dieng. Lalu, bagaimana dengan saya? Tentu saja saya diam saja sambil melongo saat mereka membahas berbagai tempat wisata indah yang ada di Dieng karena saya belum pernah ke Dieng.
Kapan ya saya bisa ke Dieng? Kayaknya nggak mungkin deh soalnya saya nggak berani naik motor terlalu jauh. Dieng kan dataran tinggi jadi saya tentu saja takut dan tidak berani kalau harus naik motor sendirian sampai ke Dieng. Oke, gapapa deh belum bisa ke Dieng. Piknik ke Dieng jadi wishlist dulu siapa tahu nanti bisa sampai ke Dieng. Begitu pikir saya.
Akhirnya...
Dan akhirnya saya bisa ke Dieng dan tidak sendirian tentu saja karena saya tidak berani naik motor sendirian untuk bisa sampai ke Dieng. Terima kasih banyak saya ucapkan untuk teman saya yang sudah mengajak saya untuk piknik ke Dieng. Akhirnya saya bisa ke Dieng dan bisa menulis di blog ini tentang one day trip to Kawah Sikidang.
Hari itu hari Sabtu tanggal 20 November 2021 akhirnya saya bisa ke Dieng juga. Seneng banget dong tentunya. Wishlist yang jadi kenyataan. Perjalanan dari rumah dengan naik motor dan waktu tempuh kurang lebih 2 jam lebih.
Perjalanan menuju Kawah Sikidang ini dimulai dari tempat tinggal saya dengan rute Brangsong – Kendal – Patebon – Pegandon – Gemuh – Weleri – Sukorejo – Temanggung – Wonosobo – Dieng. Waktu itu cuaca tidak mendukung jadi pas sampai di Temanggung harus pakai jas hujan dulu karena hujan deras. Belum lagi ada perbaikan jalan di area jalan yang curam.
Saya akhirnya sampai di pintu masuk kawasan Dieng dan berhenti sejenak di situ untuk foto-foto dan buang air kecil di toilet. Sampai di situ saya rasanya kedinginan sekali. Harap maklum ya di Kendal biasa dengan suhu 33 derajat Celcius dan di kawasan Dieng suhunya 17 derajat Celcius dan saat itu jas hujan yang saya pakai tidak begitu bisa diandalkan karena baju saya tetap basah semua.
Selanjutnya saya dan teman saya melanjutkan perjalanan dan istirahat sebentar di Masjid area kawasan Dieng. Kami Shalat Dhuhur dulu di masjid dan kemudian jajan bakso di area sekitar masjid tersebut. Setelah kenyang maka kami melanjutkan perjalanan menuju ke Kawah Sikidang.
Setelah perjalanan kurang lebih 20 menit akhirnya sampai juga di Kawah Sikidang. Tiket masuk Kawah Sikidang yaitu Rp.20.000./orang dan sebelum masuk area Kawah Sikidang maka harus cek suhu tubuh terlebih dahulu dengan termometer.
Lokasi Kawah Sikidang yaitu di Dieng Kulon, Banjarengara, Jawa Tengah. Setelah masuk area Kawah Sikidang maka saya foto-foto terlebih dahulu di pintu masuk Kawah Sikidang. Selanjutnya saya melanjutkan perjalanan untuk melihat Kawah Sikidang secara langsung.
Cuaca di area Kawah Sikidang ini sejuk dan agak sedikit hangat di area dekat Kawah Sikidang. Untuk bisa menuju ke pusat Kawah Sikidang maka harus jalan kaki melewati jembatan sebagai jalur jalan yang terbuat dari kayu.
Waktu itu suasana di area Kawah Sikidang ramai dan banyak para wisatawan akan tetapi tidak berdesakan dan taat protokol kesehatan dengan memakai masker dan jaga jarak. Kabut dari Kawah Sikidang ini juga banyak sekali waktu itu. Dan di sekitar area Kawah Sikidang ini bau belerang agak menyengat menurut saya. Untungnya sih saya dan para wisatawan lainnya memakai masker jadi bau menyengat tersebut agar sedikit samar-samar saja.
Setelah puas berkeliling area Kawah Sikidang maka selanjutnya adalah menuju pasar Kawah Sikidang. Pasar ini tuh muter-muternya agak lama dan semua pedagang di pasar ini hampir menjual produk yang sama. Dan berikut ini adalah buah tangan khas Dieng yang saya beli di pasar Kawah Sikidang yaitu,
1. Manisan Carica
Akhirnya bisa beli manisan Carica dari tempat asalnya. Biasanya saya hanya menerima oleh-oleh manisan Carica dari sepupu-sepupu saya yang baru saja piknik dari Dieng. Manisan Carica ini menjadi oleh-oleh Khas Dieng. Rasa dari manisan Carica ini yaitu manis dan segar. Harga dari satu wadah manisan Carica ini hanya Rp.10.000. dengan isi 4 cup manisan Carica ukuran besar. Dengan ilmu tawar menawar akhirnya saya membeli manisan Carica sebanyak 6 wadah dengan harga hanya Rp.40.000. saja, terjangkau kan harganya?
2. Kentang
Walaupun di pasar dekat dengan rumah saya ada penjual kentang tapi saya beli kentang di area pasar Kawah Sikidang ini. Satu wadah kentang yang beratnya kurang lebih seperempat kilo harganya Rp.5.000. saja. Kentang ini bisa juga dijadikan oleh-oleh khas Dieng karena banyak pedagang yang berjualan kentang di area pasar Kawah Sikidang.
3. Cabai Dieng
Awalnya saya kira cabai Dieng ini adalah tomat atau buah yang rasanya manis. Dan ternyata dugaan saya salah karena ternyata itu bukan tomat atau buah yang rasanya manis. Akan tetapi itu adalah cabai Dieng yang rasanya pedas tapi menurut saya tidak terlalu pedas.
Cabai Dieng ini ukurannya besar dan cocok dijadikan bumbu untuk menumis. Satu wadah cabai Dieng yang beratnya kira-kira satu ons itu harganya Rp.5.000. saja dan Cabai Dieng ini bisa dijadikan oleh-oleh khas Dieng.
Baca Juga : Piknik ke Candi Gedong 9 Kabupaten Semarang
Itulah sedikit hal yang dapat saya sampaikan tentang saya yang akhirnya bisa ke Dieng yaitu ke Kawah Sikidang dan tentang oleh-oleh khas Dieng. Lalu, apakah kalian sudah pernah piknik ke Dieng, kawan? Dan apakah kalian bahagia setelah berkunjung ke Kawah Sikidang?
Tidak ada komentar
Terima Kasih Sudah Berkunjung ke Blog Nuna Rida dan Memberikan Komentar 🥰